Tampilkan postingan dengan label Mine Plan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mine Plan. Tampilkan semua postingan

CARA INSTALL MINESCAPE

1 comment

Instalasi Exceed 10

Install Exceed à Pilih Personal Installation à Pilih language English à Next à I Accept,
Next à
User Name & Organization, Next à Next à pilih Per User Directory à pilih Typical à pilih
Local Cache
à Pilih No à Install à Finish

Instalasi Exceed 3D 10

Instal Exceed 10 à Pilih Personal Installation à Pilih Language English à Next à I Accep
à pilih Complete
à pilih Additional Install Option for the product à Install à Finish
Setelah selesai instalasi Exceed dan Exceed 3D, maka harus dikonfigurasi dulu biar
minescape nya nanti  Bisa dijalankan dengan enak..:-)
Start à Program  à Hummungbird Conenctivity 10 à Exceed à Xconfig
Pilih Display And Video, pada tab Screen O, pilih check box Fit Windows to Display

baca juga : KONSEP BELAJAR SOFTWARE TAMBANG YANG HARUS DIPAHAMI

pada tab Common Setting, pilih check box untuk Exit on Server Reset dan hilangkan check
box untuk Close warning on Exit. Setelah selesai pilih gambar check box warna hijau di atas
untuk save setting dan exit.

pilih gambar check box warna hijau!

Instalasi Minescape

Install Minescape à Next à Next à masukkan Installation Keys à Next à pilih Custom à
Pilih modul Minescape yg mau diinstall à Next à Next à tentukan temporary folder,
misalnya C:\Temp à tentukan MIN_ROOT directory (tempat file2 projects) misalnya di
C:\Projects à Next à pilih No jika ada pilihan Oracle Report Runtime à pilih Version 9i à
akan ada pesan warning saat instalasi Nutcracker, cuekin aja, pilih OK
à Finish à setelah selesai akan muncul release note, tutup kalo sudah dibaca à pilih OK
saat muncul tab Information à Restrat computer.

Konfigurasi Nutcracker (biar bisa menggabungkan Exceed, Exceed3D dan Minescape)
(supaya Exceed bisa dibaca saat memilih shortcut Minescape)
Start à Setting à Control Panel à Nutcracker
Pilih tab NuTC4 Options à pilih X Window System Settings à X Server Setting pilih Other à
tentukan lokasi tempat Exceed.exe diinstall, biasanya di C:\Program
Files\Hummingbird\Connectivity\10.00\Exceed à OK.


Konfigurasi Folder MINSITE
(supaya file2 customization untuk Minescape bisa dibaca)
-          Copy folder Minsite dari CD ke folder C:\Program Files\Mincom
-          Edit file Minescape.bat di C:\Program Files\Mincom\Minescape 4.115\Bin dengan notepad atau wordpad.
-          Tambahkan baris baru (terserah dimana aja)
SET MIN_SITE = C:\Program Files\Mincom\Minsite


Read More

KONSEP BELAJAR SOFTWARE TAMBANG YANG HARUS DIPAHAMI

2 comments
Semangat Pagi Sobat Miner!

miner

Software tambang adalah sebuah alat bantu yang digunakan untuk merencanakan disain tambangmu, baik secara short term plan maupun long term plan. Untuk yang masih kuliah, atau kamu yang baru berkecimpung di dunia tambang mungkin bingung harus mulai darimana untuk langkah awalnya. Maka dari itu, konsep awal pemakaian software harus tahu dahulu supaya tidak melebar arahnya.

Sebelum melangkah lebih jauh membahas masalah software tambang. Kamu harus tahu fungsi dari alat itu sendiri. Selain membuat disain tambang, bisa digunakan untuk membuat rencana lokasi drill and blast, mengetahui kebutuhan pompa tambang dan pipa HDPE, membantu untuk merencanakan jalan hauling, merencanakan posisi sedimen pond. Bisa juga digunakan untuk membuat atau mengetahui kontur struktur, mengetahui batas pit limit tambang, dan masih banyak lagi kegunaannya.

Yang jelas kegunaan paling penting itu adalah untuk menghitung volume overburden (OB) dan volume reserve (dalam hal ini saya ambil contoh batubara). Mengetahui volume artinya kamu bisa mengambil tindakan apa yang paling cepat. Ingat, kerja di tambang adalah proyek milyaran Rupiah, yang membutuhkan keputusan yang cepat agar tidak menimbulkan kerugian yang besar.

Dalam menghitung volume dengan menggunakan software, yang perlu diingat adalah tiga faktor berikut, surface/permukaan/original, base/progress kemajuan tambang, dan kontur struktur.  Dengan mengetahui ketiga faktor tersebut, memudahkan kita dalam memakai software tesebut. Ada faktor lain yaitu faktor kualitas sumberdaya. Dibeberapa perusahaan diterapkan faktor kualitas, disain tambangpun bisa berubah-ubah karena faktor kualitas tersebut. Karena faktor tersebut sangat earat hubungannya dengan pasar/market. Tapi tidak sedikit pula perusahaan yang tidak terlalu memikirkan masalah tersebut dalam artian kualitas di dalam satu pit dianggap homogen.

Jangan lupa batas lahan juga penting untuk diperhatikan. Jangan sampai tambangmu overlap dengan batas lahan. Karena jika hal tersebut terjadi, tidak sedikit uang yang harus keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut. Masalah lahan adalah masalah yang sensitif, karena langsung bersinggungan dengan warga. Sebisa mungkin terdapat buffer zone antara lokasi tambangmu dengan lahan milik warga. Disini pentingnya peran engineer tambang. kemajuan tambangmu harus kamu perhatikan dengan batas lahan. Beri peringatan kepada departemen terkait masalah lahan untuk menyelesaikan masalah tersebut jika masih dalam wilayah tambangmu. Hal yang paling tidak diinginkan adalah terjadinya stand-by unit dikarenakan masalah lahan belum selesai. Hitung sendiri berapa kerugian per detik diggermu jika tidak berproduksi.

Yang perlu diperhatikan untuk engineer muda, bahwa software itu hanya alat bantu, yang lambat laun akan kamu pelajari dan paham sampai titik koma.Yang paling penting adalah pemahaman lapangan dahulu. Yang paling sering terjadi adalah engineer membuat plan disain tambang tidak sesuai/akurat dengan kondisi aktual. Matangkan dulu cara kamu berkoordinasi dengan departemen terkait seperti produksi, plant dan survey. Jika kamu sudah paham betul masalah lapangan, baru kamu beranjak untuk mempelajari software tambang. Saya yakin itu tidak akan membutuhkan waktu yang lama.
Read More

TIPS AGAR BETAH TINGGAL DI SITE TAMBANG

Leave a Comment
Semangat Pagi Sobat Miner!

Suka duka kehidupan di site memang menarik untuk dibahas. Terutama bagi karyawan non lokal atau dalam kata lain perantauan. Bagi kamu yang mampu survive dengan lingkungan baru tentunya menambah nilai pribadi tersendiri. Dan bagi yang gagal move on dari kampung halaman, tentunya merupakan tantangan juga untuk mengalahkan rasa kangen yang begitu kuat dengan kampung halaman. Terutama untuk pendatang baru di tambang, mungkin dirasa jiwanya masih setengah-setengah untuk bertahan hidup di site. Berikut ada beberapa tips agar bagaimana caranya kamu bisa asyik untuk hidup di tanah perantauan.



  1. Kamu Harus Ramah Dengan Semua Orang
    Sebagai pendatang baru kamu jangan sungkan untuk mengulurkan tangan duluan untuk berkenalan kepada siapa saja. Selipkan senyum dibalik uluran tanganmu agar hubungan yang baru terasa lebih hangat. Berkenalanlah jangan memandang siapa mereka dan jabatannya apa. Mulai dari Office Boy sampai ke atasan. Hal ini sangat penting karena kamu sedang mulai sebuah kontak jangka panjang, jangan sampai kamu sudah berbulan-bulan di site tetapi sedikit sekali yang mengenali kamu. Smile.
  2. Bulatkan Tekad
    Kamu sudah jauh jauh pergi cari nafkah sampai mengorbankan zona nyamanmu. Jauh dari orang tua dan juga sahabat-sahabatmu. Mulai detik itu juga bulatkan tekad bahwa niatnya memang bekerja, bukan untuk mencoba-coba saja. Ingatlah kedua orang tuamu yang sudah bekerja untuk mencarikan kamu uang kuliah dulu, bukankan kamu ingin sekedar bisa memberi mereka sebagian gajimu sebagai salah satu bentuk rasa sayangmu. Kamu harus sukses ditempat baru, jangan sedikit sedikit mengeluh, ingat mengeluh hanya untuk anak-anak saja, kamu sudah dewasa dan rasional. Hadapi saja dunia barumu. Salah satu persyaratan masuk dunia tambang adalah mampu menghadapi tekanan dan berani menerima tantangan baru. Jadikan agama dan keluarga sebagai faktor pendorong kamu dalam bekerja. Pokoknya gas poll.
  3. Untuk Yang Suka Teh/Kopi Bawa Botol Terbaikmu
    Jaman sekarang ngeteh dan ngopi adalah gaya hidup. Untuk mempererat suasanya di site, kamu bisa berbagi teh atau kopi kepada teman kamu. Botol yang bagus adalah botol yang mampu mempertahankan suhu panas lebih lama. Hanya dengan secangkir kopi atau teh, dan obroral ringan maupun berat, akan terasa lebih nikmat dan pastinya akan membuat kamu lebih betah di site. Jangan diminum sendiri.
  4. Kosongkan Hard Disk Isi Dengan Film Terbaru
    Sepulang kerja Setelah tiba sampai mess, kegiatan sebelum tidur biasanya kalo tidak menelpon keluarga dirumah, atau lihat time line social media bisa juga alternatif menonton film favorit yang sudah kamu simpan di HD eksternal. Daripada pusing mikirin kerjaan yang masih pending, mending kamu pake untuk menonton film. Siapa tahu muncul ide briliant yang bisa kamu terapkan dalam pekerjaan kamu.
  5. Install Game Di Smart Phone Sebelum Tiba Di Site
    Biasanya di site signal provider lemah. Yang dapat site dengan signal 4G berati jiwa anda terselamatkan. Instal game offline maupun online. Itu juga efektif untuk menghilangkan rasa jenuh yang memuncak karena pekerjaan yang cenderung monoton. Tapi ingat bermainlah dengan bijak. Jangan bermain diwaktu jam kerja, kecuali bosmu sendiri yang mengajak main bareng (LOL :D)
  6. Suka Olahraga? Gabung Dengan Tim Perusahaan Kamu
    Perusahaan biasanya punya waktu tersendiri untuk berolahraga. Sehabis kerja sempatkan olahraga satu kali dalam seminggu. Biasanya jenis olahraga futsal dan badminton. Di perusahaan tertentu sudah tersedia fitness center. Lumayan untuk menjaga kebugaran dan menjalin hubungan antar karyawan agar lebih harmonis.
  7. Mentraktir Teman Baru Wajib Hukumnya Walau Hanya Segelas Kopi
    Tidak ada salahnya kalau kamu yang keluar uang untuk mentraktir.Yang paling penting adalah intensitas percakapannya,dan jangan sibuk main hp sendiri-sendiri. Percakapan di sebuah warung ketika pulang kerja merupakan hal yang langka. Manfaatkan waktu tersebut dengan sebaik mungkin. Karena biasanya waktu tersebut tidak lama karena mungkin kesibukan masing-masing ketika sudah di mess.
     
  8. Nonton Bareng
    Di mess masing-masing biasanya sudah tersedia televisi. Sempatkan diri untuk ikut bergabung untuk nonton bola atau olahraga lainnya bersama penghuni mess lainnya. Jangan lupa untuk membuat kopi atau teh untuk diminum bareng-bareng dan kalau ada gorengan bisa juga menjadi teman nonton biar lebih seru. 
Masih banyak saya rasa berbagai macam kegiatan agar kamu betah stay di site. Intinya adalah semua kegiatan harus bersifat positif dan tidak merugikan siapapun. Ingat, jangan pernah konsumsi narkoba dan minuman beralkohol di lingkungan site. Ada peraturan tertentu yang melarang hal tersebut dan hukumannya paling berat pemutusan hubungan kerja. Semoga bisa membantu dan jangan lupa always smile.
Read More

TIPS AGAR PRODUKTIVITAS DIGGER MAKSIMAL

Leave a Comment
Semangat Pagi sobat Miner!

Excavator Komatsu PC 2000

Kali ini saya akan membagikan beberapa tips tentang bagaimana caranya agar produktivitas digger kamu maksimal. Hal ini penting karena ukuran keberhasilan suatu bisnis salah satunya adalah masalah produktivitas. Sebagai engineer tambang, apalagi jika kamu berkecimpung di dunia kontraktor, adalah wajib hukumnya menguasai permasalahan ini. Jangan sampai jika atasan kamu bertanya mengapa produktivitas digger kamu anjlok dan kamu tidak bisa atau bahkan bingung mau menjawab apa.

Tulisan dibawah ini padat informasi. Meskipun minim gambar tetapi akan saya jelaskan satu persatu dan harapannnya bisa menjadi pedoman/referensi kamu di lapangan. Berikut penjelasannya :


  1. Tinggi Jenjang/BenchIdealnya buatlah dudukan digger atau excavator setinggi vessel atau bak truck. Jika kamu memakai truck sekelas Komatsu HD 785 kurang lebih tinggi bench sekitar 4 meter. Tinggi bench sangat dipengaruhi dengan material. Jika material hasil blasting sangat memungkinkan dan bahkan diharamkan membuat dudukan digger dibawah standar.
  2. Radius Swing Excavator
    Perhatikan sudut putar diggermu. Menurut pengalaman, digger bisa lebih produktif jika radius swing maksimal di angka 45 derajat. Upayakan jangan melebihi sudut tersebut. Dalam kondisi tertentu, digger biasanya melakukan swing lebih dari 45 jika menghabiskan material sisa dudukan, atau di area tersebut terdapat hanging material atau material yang lebih tinggi dari dudukan digger.
  3. Area Manuver Truck
    Di loading point, buatlah area selebar 2 kali turning radius truck. Area manuver yang sempit akan membuat masalah keamanan unit maupun manusia. Dengan luasnya area di loading point tentunya cycle time diggermu akan lebih terjaga.
  4. Jenis Material
    Maksudnya disini adalah material Blast atau Non Blast. Jika material sudah melebihi dari kemampu garuan Ripper dozer kamu, maka Pit kamu wajib untuk di bor. Biasanya kedalaman lubang bor kurang lebih 10 meter. Disini kamu harus jeli dalam membuat acuan start digging karena akan berpengaruh di tinggi bench. Biasanya formasi 4-3-3 yang dipakai. Cut pertama 4 meter, kedua 3 meter dan last cut 3 meter. Yang terakhir biasanya keras karena last cut. Jika kamu memakai 4-4-2 juga bisa tetapi tinggi bench kamu pada material last cut akan tidak maksimal.
    Material Non blast bisa diartikan area kamu masih original, atau masih mampu di free dig. Yang akan susah jika kamu akan bertemu dengan material lumpur/ Mud. Kamu harus tau teknisnya agar lumpur tersebut dapat diangkut di vessel truck. Karena jika kamu mengangkut murni lumpur di atas vessel mu, resikonya bakal tumpah dijalan karena grade jalan, yang lebih parah secara ekonomis kamu bakal rugi besar. Biasanya bisa diakali dengan cara di blending dengan material bagus. Kalau mau solusi yang mahal tinggal kamu pasangkan tail gate di truck mu, itu harus kamu perhitungkan untung ruginya.
  5. Jalan Hauling
    Jalan hauling harus lebar dan mempunyai cross fall. Umumnya pada jalan yang lurus mempunyai lebar jalan 3.5 kali dari unit truck terbesar. Dan pada tikungan lebarnya 4 kali dari unit terbesar. Jalan hauling harus di support dengan alat yang bernama motor grader. Ketika jalanan mulai undulating atau bergelombang, grader lah alat yang akan meratakan kembali permukaan jalanmu. Tapi perlu diingat, unit grader harus menyesuaikan dengan unit truck yang digunakan atau dalam maksud seimbang. Jangan sampai grader yang digunakan mempunyai blade untuk melayani DT tetapi kenyataannya HD yang digunakan. Hal ini akan memakan waktu yang lama dalam proses grading, dan tentunya tidak efektif apalagi jika dalam kondisi musim hujan.
  6. Lebar Area Waste Dump
    Lebar area dumping minimal 30 meter. Peran pengawas sangat penting disini. Upayakan dumping harus urut atau tidak acak-acakan. Supaya lebih efektif, manuver ketika hendak dumping sebaiknya searah jarum jam. Kemudian pengawas juga harus memperhatikan agar truck ketika dumping bisa optimal dumping habis. Karena hal ini bisa membuat kinerja operator dozer menjadi lebih efektif dan efisien. Ketika dozer bekerja dengan efektif dan efisien, maka akan ada kesempatan untuk memperbaiki jalan yang undulating, atau membuat tanggul yang dirasa perlu untuk dibuat.

    Baca juga : 5 KEMAMPUAN DASAR YANG WAJIB DIMILIKI ENGINEER TAMBANG
  7. Skill Operator
    Saya taruh skill di urutan terakhir karena biasanya sifatnya non teknis. Saya percaya disemua tambang memiliki operator yang handal. Hanya kadang saja ada persoalan pribadi atau keluarga yang dibawa sampai ke pekerjaan, akibatnya performanya menurun. Peran atasan disini sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan kerja. Perlu sekali dilakukan konseling terhadap bawahannya yang tidak menunjukkan performa. Selain itu sistem reward and punishment juga dirasa perlu supaya ada timbal balik terhadap pencapaian produktivitas.
Silahkan jika ada yang mau menambahkan atau bertukar fikiran mari tulis saja di kolom komentar
Read More

5 KEMAMPUAN DASAR YANG WAJIB DIMILIKI ENGINEER TAMBANG

Leave a Comment

        MEMBACA PETA TAMBANG


Ketika kamu bekerja di perusahaan tambang, baik itu sebagai owner maupun sebagai kontraktor, peta merupakan harga mati yang wajib kamu bawa ketika berada di lapangan. Kemampuan membaca peta tambang pasti sudah pernah dipelajari ketika kamu masih berada di bangku kuliah. Peta tambang merupakan peta yang berisi informasi tambang kamu pada saat itu, dan itu harus up to date alias sesuai dengan keadaan terbaru. Harus terbaru karena tambang sifatnya dinamis, dan yang meng-update situasi tambang adalah rekan-rekan kita yang berada di satuan kerja Survey.
Biasanya, peta yang kamu bawa ke lapangan adalah peta bulanan, dimana peta tersebut berisi sekuen tambang untuk bulan tertentu beserta dengan situasi tambang terbaru menggunakan situasi EOM (end of month) bulan sebelumnya. Jika ada yang membawa peta sekuen mingguan lebih bagus, tapi jangan lupa harus berkordinasi dengan Survey untuk update situasi mingguannya supaya match dengan sekuennya.
Peta sekuen tambang selain berisi disain tambang dan elevasi terbaru, juga terdapat kontur-kontur yang menandakan bahwa daerah tersebut biasanya masih daerah original atau daerah yang belum pernah di situasi oleh rekan-rekan survey. Sebagai Engineer tambang kamu harus mampu membaca peta dan membaca pergerakan unit alat berat. Apabila Unit bergerak kearah daerah original, maka sebelum sampai ke area tersebut kamu wajib menginformasikan ke Survey dahulu, karena nantinya akan berpengaruh terhadap perhitungan volume survey.
Engineer tambang dengan membawa peta sekuen dapat dengan mudah mengarahkan rekan-rekan Operation/Produksi terkait dengan dimensi lereng seperti berapa tinggi bench, kemiringan slope, dan lebar bench. Selain itu Target Elevasi atau RL (Request Elevation) juga dicantumkan di peta sekuen agar penggalian tambang tidak over cut atau under cut.

        MENGGUNAKAN KOMPAS GEOLOGI


kompas geologi
image source ; www.doctorgeologyindonesia.blogspot.com
Kompas memang jarang dibawa oleh Engineer tambang, tetapi merupakan hal konyol juga jika kamu tidak bisa menggunakan kompas tersebut karena sudah pernah diajarkan cara penggunaannya sewaktu masih kuliah. Hal yang perlu diingat adalah engineer tambang merupakan ilmu teknik yang menyerap dari berbagai disiplin ilmu seperti ilmu geologi maupun ilmu sipil diantara displin ilmu lainnya. Jika perusahaan kalian tidak ada geologist atau geotek engineer nya lalu siapa yang akan diandalkan? Pastinya ya kita, engineer tambang. Makanya paling tidak, apabila kalian kerja full di lapangan, sudah mengerti cara menggunakan kompas untuk keperluan pengukuran strike and dip, jika di suatu kasus kamu menemukan seam batubara baru, atau mengukur arah joint dan sesar apabila ada pergeseran tanah.
Kompas geologi juga bisa dipakai untuk mengukur kemiringan lereng (slope). Pengukuran slope dalam dunia tambang sangat diperlukan karena berhubungan dengan factor keamanan lereng dan juga volume material. Pastikan bahwa slope yang kita bentuk di lapangan harus sesuai dengan disain dan jangan sampai overcut atau undercut lerengnya.Tetapi sebenarnya untuk pengukuran lereng kalau saya lebih nyaman menggunakan alat yang namanya clinometer, lebih simple dan lebih kecil sehingga dikantongi pun muat. Pastinya hal-hal dasar seperti itu jika sudah dikuasai menjadi nilai plus tersendiri dimata perusahaan.

     MENGGUNAKAN GPS HANDHELD

GPS

Mengoperasikan GPS juga termasuk salah satu skill dasar yang harus dikuasai. Paling tidak untuk menandai koordinat suatu lokasi. Bayangkan dalam suatu keadaan dimana kamu di instruksikan untuk site visit ke suatu lokasi yang jauh untuk pengambilan sample material dan kamu lupa untuk mencatat koordinat wilayah tersebut dan yang lebih parahnya kamu tidak tahu rute kembali ke wilayah itu. Memakai Google Maps pun belum tentu ada jalannya karena daerah itu termasuk jalan kecil yang terjal dan berliku. Makannya disitu diperlukanlah GPS untuk membuat rute dan menandai lokasi yang pernah kita singgahi. Terutama teman teman yang baru buka project sangatlah penting untuk menguasai gadget ini. 

      KEMAMPUAN BERKOORDINASI DAN KOMUNIKASI


Dimanapun kita bekerja tidak ada hal yang diputuskan secara sepihak, kecuali kalau kamu adalah yang punya perusahaan. Semua butuh komunikasi dan koordinasi. Di tambangpun demikian, semua dikerjakan secara kolektif. Tidak ada superman di tambang, yang ada adalah supertim. Kamu dituntut untuk bisa berkomunikasi efektif dengan semua orang yang terlibat dengan rencanamu. Pintar saja tidak cukup, percayalah. Komunikasi adalah yang paling utama. Seorang Engineer harus mampu memimpin daily meeting. Karena disana adalah kesempatan kamu untuk bisa menyampaikan maksud dan tujuan kamu terhadap sekuen tambang yang kamu punya. Daily meeting dihadiri dari level Project manager hingga ke level supervisor tambang.

MENGENDARAI MOBIL TAMBANG

Untuk bisa mendapatkan izin mengendarai LV (light vehicle), kamu harus mempunyai sim A sebagai persyaratan untuk mendapatkan kimper. Kenapa penting? Karena jika kamu berada dalam posisi short term engineer, kamu dituntut untuk memiliki mobilitas yang tinggi. Kamu harus terus berkordinasi dengan yang di kantor dan yang ada di lapangan. Jika tambangmu luas dengan jarak antara Pit dan disposal yang cukup jauh, akan memakan waktu yang lama jika seandainya kamu tidak memiliki simper. Ingat, kamu adalah orang yang harus tahu duluan jika terjadi sesuatu/pergerakan di tambang. Kecuali jika ketentuan di perusahaanmu terdapat fasilitas driver akan lain ceritanya
Read More

MANAJEMEN PERAWATAN ALAT BERAT (REALIBILITY, MTBF, MTTR, PA dan MA)

4 comments
MANAJEMEN PERAWATAN ALAT BERAT (REALIBILITY, MTBF, MTTR, PA dan MA)
Kata “reliability” terjemahan Indonesianya adalah kehandalan, reliable berarti handal. Namun definisi formalnya dari reliability adalah : peluang sebuah komponen, sub-sistem atau sistem melakukan fungsinya dengan baik, seperti yang dipersyaratkan, dalam kurun waktu tertentu dan dalam kondisi operasi tertentu pula.

Karena mengandung komponen peluang, maka secara inheren didalamnya ada masalah statistik termasuk : 1. Uncertainty, 2. Probability, 3. Probability Distributions (Weibull, Normal, Exponensial, Log-normal, dsb).


Karena mengandung komponen “melakukan fungsi dengan baik”, maka didalamnya secara inheren pula terdapat faktor kegagalan sistem. Sebab peluang kegagalan dari sebuah mesin (misalnya) adalah kebalikan dari peluang kehandalannya seperti digambarkan dalam ekspresi matematik (cumulative damage/failure distribution function) sbb :


 Pf (t) = 1 – R(t) atau R(t) = 1 – Pf(t)


Jadi jika kehandalan sebuah mesin adalah R =90%, maka peluang kegagalan cumulativenya adalah Pf = 10%, atau sebaliknya.


Reliability mengandung komponen waktu, artinya sebuah komponen yang reliable sekarang belum tentu reliable satu tahun kemudian jika ada : 1) mekanisme kerusakan yang beroperasi (”operative damage mechanism”) dan 2) dengan laju kerusakan tertentu (misalnya laju korosi atau aus 0.01 mm/year).


Reliability mengandung faktor komponen atau sub-sistem, artinya untuk mengevaluasi sebuah sistim yang lebih besar (terdiri dari subsistem atau kompenen), maka relabilty masing-masing komponen penunjang haruslah dihitung terlebih dahulu baru kemudian dijumlahkan (atau dikalikan) sesuai dengan hubungan seri, paralel (atau keduanya) dengan mengacu pada teori penjumlahan / kombinasi peluang (De Morgan’s Rule, Bayes Theorem, dsb). Dari sini terlihat bahwa teori reliability kadang-kadang melibatkan perhitungan matematika / statistika yang rumit.


Berbicara reliability juga sama artinya dengan berbicara risk (resiko), sebab resiko didefiniskan sebagai :


Risk = Probability of Failure X Consequency of Failure


Jadi salah satu komponen resiko adalah kebalikan dari reliability (Probability of Failure), oleh sebab itu jika bicara reliability selalu dikaitkan dengan resiko.


Jika berbicara dari sisi teknik mesin, reliability dapat berarti melihat kehandalan sebuah mesin (rotating machine) melakukan fungsinya tanpa mengalami kegagalan. Dalam bahasa tekni mesin reliability biasanya dikaitkan dengan konsep maintenance seperti MTBF (mean time between failure), atau RCM (Reliability-centered Maintenance), suatu konsep maintenance yang relatif baru di Indonesia. Dengan reliability dapat ditentukan, secara statistik, remaining life dari komponen mesin sehingga dapat dijadwalkan program repair, replacement, dll.





MTBF (Mean Time Before Failures)= jarak rata-rata antara kerusakan


formula MTBF = Kurun Waktu dibagi dengan Jumlah Kerusakan yang Terjadi


MTTR = Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk reparasi


Formula MTTR = Jumlah Waktu Reparasi dibagi dengan Jumlah Reparasi


yang diharapkan adalah meningkatnya MTBF dan menurunkan MTTR


Studi Kasus


Data historis suatu unit

a. hari ke 0 s.d hari ke 100 : up-time
b. hari ke 100 s.d hari ke 107 : down time
c. hari ke 107 s.d hari ke 197 : up-time
d. hari ke 197 s.d hari ke 200 : down-time
e. hari ke 200 s.d hari ke 290 : up-time
f. hari ke 290 s.d hari ke 291 : down-time
g. hari ke 291 s.d hari ke 390 : up-time

jumlah kejadian up-time = 4

lama total up-time = 100+90+90+99= 379 hari

MTBF = kurun waktu / jumlah kerusakan 

= 379/4 = 94.75 hari

Formula untuk menghitung Mean Time to Fail (MTTF) sama dengan MTBF. Bedanya terletak pada penggunaannya. MTBF untuk item yang bisa di-repair, sedangkan MTTF untuk item yang tidak di-repair seperti bearing dan transistor


Formula MTBF tersebut di atas hanya untuk estimasi saja. Formula tersebut hanya berlaku bila diasumsikan laju kegagalannya konstan. Bila diinginkan perhitungan yang lebih tepat dapat menggunakan grafik Weibull.


Kita lanjutkan ke perhitungan Mean Down Time (MDT) dan Mean Time to Repair (MTTR). Dari data di atas, dapat dihitung jumlah kejadian down-time adalah 3. Lama down-time total = 7 + 3 + 1 = 11 hari. MDT = (lama down-time total)/(jumlah down-time) = 11/3 = 3.67 hari.


MisKonsepsi mengenai MTBF

Pada umumnya orang mengira bahwa MTBF sama dengan usia operasional suatu produk sebelum produk tersebut mengalami kegagalan atau kerusakan. Faktanya MTBF hanya merupakan hasil angka pengolahan perhitungan statistik yang menunjukkan perkiraan berapa produk tersebut masih berfungsi atau gagal selama periode penggunaan produk. MTBF disini menunjukkan reliabilitas suatu produk bukan usia operasional suatu produk



MA (MECHANICAL AVAILABILITY)

MA adalah ketersedian Equipment / Unit pada saat Operasi, adapun beberapa factor yang dapat mempengaruhi nilai/Value MA itu sendiri adalah


1. Total Jam operasi (dalam 1 siklus operasi, Contoh: Bulan, tahun)

2. Total Down Time 

Fungsi dari perhitungan MA itu sendiri adalah untuk:


1. Mengetahui Ketersediaan operasi dalam satu siklus operasi unit terhadap down time


2. Dapat memberikan analisa secara umum mengenai Down time


3. Sebagai data pendukung untuk Equipment unit


4. Sebagai alat ukur untuk mengetahui kehandalan unit


Langkah untuk menaikan nilai MA yang di harapkan adalah dengan:


1. Menurunkan nilai MTTR (Mean Time To repaire) Sekecil Mungkin


2. Menaikan Nilai MTBF (Mean time Between Failure) sesuai standart yang telah di tentukan


3. Menunda pekerjaan trouble yang masih dalam batasan toleransi di satukan dalam satu pekerjaan Preventive Maintenance Schedule (BACKLOG)


4. Menurunkan Nilai MTTO (Mean Time To Overhaule)


5. Melakukan penjadwalan perawatan unit dengan optimal



Physical Availability (PA) dengan pengertian berapa persentase unit itu tersedia untuk digunakan tanpa terganggu oleh kerusakan atau perbaikan secara terencana (Schedule) maupun tidak terencana. Kerusakan di dalamnya juga bisa termasuk kerusakan yang non technical seperti misalnya unit rusak dikarenakan terjadinya accident ini akan mempengaruhi ketersediaan secara fisik


Mechanical Availabilty (MA). MA ini hanya akan menghitung ketersediaan unit yang di pengaruhi oleh kerusakan atau perbaikan secara technical. 


Penggunaanya tergantung dari kebutuhan , orientasi unit itu digunakan untuk produktivitas tentunya akan tetap menggunakan PA sebagai indicator-nya. Beda untuk konsumsi "bengkel" itu sendiri maka MA akan lebih sesuai digunakan sebagai indikator keberhasilan maintenance.


Baca juga:

Read More

KONSEP PERENCANAAN TAMBANG / MINE PLAN DESIGN

Leave a Comment

1. Faktor Pemilihan Jenis Tambang

KONSEP PERENCANAAN TAMBANG / MINE PLAN DESIGN
A. SR
B. Teknologi
C. Lingkungan dan Amdal
D. Keahlian
E. Modal


2. Metoda Penambangan

A. Karakteristik deposit
B. Karakteristik Material
C. Pertimbangan topografi
D. Pertimbangan geoteknik dan hidrologi
E. Pertimbangan Ekonomis
F. Pertimbangan Lingkungan
G. Ketersediaan alat
H. Tingkat produksi
I. Kualitas bijih/coal yang diharapkan
J. Jarak buang dari Pit ke disposal/crusher


3. Tahapan Desain Dan Perencanaan Tambang

A. Validasi data ( geologi, topo, jumlah data )
B. Model geology ( geological resources, bentuk cadangan, kualitas, dsb )
C. Cut of grade / Optimum Pit limit
D. Penentuan metoda penambangan
E. Pembuatan lay out tambang dan design
F. Perhitungan blok cadangan
G. Pembuatan blok cadanga
H. Pembuatan schedule produksi
I. Penentuan urutan (sequence) penambangan
J. Penentuan sistem drainase
K. Analisa lingkungan dan rencana rehabilitasi


4. Data dan Model Geologi

A. Data Geologi
1. Topo lapangan
2. Data bor
3. Struktur Geologi

B. Model Geology
1. Penampang geology (section)
2. Peta struktur, ketebalan dan kualitas (2 dimensi)
3. Model kualitas (3 dimensi)

C. Data Geoteknik
1. Densitas batuan (wet and dry)
2. Sudut geser dalam
3. Kohesi
4. Struktur lapisan geologi (misal joint)

D. Stabilitas lereng
1. Tinggi bench
2. Kemiringan lereng : overall slope dan individual slope
3. Safety factor
4. Geotec data

E. Model hidrology dan geohidrologi
1. Curah hujan (air permukaan)
2. Permeabilitas batuan
3. Catchment area
4. Ground water (air tanah)

5. Penentuan Batas Penambangan

A. Optimum SR
B. Batas tambang
C. Batas disposal
D. Batas lain : sungai, jalan

6. Pemilihan Alat dan Metode Penambangan

A. Parameter pemilihan alat
1. Kondisi tanah dan batuan
2. Target produksi
3. Karakteristik material
4. Tebalan dan kemiringan coal/ore
5. Jarak angkut
6. Topo
7. Cuaca

B. Parameter Metoda Penambangan
1. Dimensi lokasi kerja
2. Urutan penambangan
3. Rencana produksi
4. Lebar jalan/ramp
5. Grade jalan
6. Lokasi awal penambangan
7. Management disposal (in and out pit dumping system)

C. Layout dan Design Tambang
1. Desain pit
2. Desain ramp
3. Desain disposal
4. Desain jalan
5. Drainase, dll


7. Perencanaan Tambang

A. Produksi
1. Target produksi
2. Produktivitas
3. Jumlah alat

B. Jam Kerja
1. Kalender kerja
2. Shift kerja
3. Total jam kerja setahun

8. Drainase Tambang

A. Drainase bench dan sump
B. Pemilihan pompa
C. Pengolahan aliran air
D. Pembuangan lumpur

9. Dampak Lingkungan dan Rehabilitasi

A. Top soil stockpiling
B. Rencana rehabilitasi
C. Penanganan air limbah
Read More